Sabtu, 29 Juni 2019

Mikologi - Basidiomycota


Haloooo sahabat Biologi...

Ini adalah postingan pertama saya di dunia teknologi khususnya blog, dan sebelum saya membahas materi yang akan saya tulis di postingan kali ini saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, nama saya Komariatul Ulfa asal dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Alasan saya membuat blog kali ini adalah karena tugas kuliah yang diberikan oleh Dosen saya Ibu Pramita Laksitarahmi, S.Si, M.Si. Beliau merupakan dosen mata kuliah Teknologi Pendidikan di kampus tercinta saya. Nah seperti yang kita tahu, di jaman milenial 4.0 ini sebagai seorang pelajar, kita dituntut untuk dapat mengaplikasikan teknologi di sekitar kita, baik itu sosial media atau media pembelajaran yang bersifat modern. Dengan ini, saya ingin membagikan sedikit ilmu yang saya dapat di kampus agar bisa di baca teman-teman semua. Dan saya berharap di tulisan saya ini bisa menambah sedikit wawasan kalian tentang Mikologi (Ilmu yang Mempelajari tentang Jamur).

Mikologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang fungi (Jamur) atau sering disebut juga cendawan. Kajian dalam mikologi antara lain dapat meliputi taksonomi jamur, fisiologi jamur, bioteknologi jamur dan budidaya jamur. Nah jenis jamur yang akan saya bahas kali ini adalah jamur kelas Basidiomycota. Basidiomycota adalah salah satu kingdom fungi yang ciri utamanya menghasilkan spora berbentuk kotak.



Basidiomycota merupakan cendawan yang memiliki ciri khas yaitu cendawan yang menghasilkan tubuh buah makroskopis yang merupakan struktur reproduksi seksual yang juga dikenal oleh banyak orang sebagai jamur. Sebagian dari Basidiomycota juga mencakup ragi atau bentuk yang bersel tunggal dan spesies aseksual. Basidiomycota ditemukan di hampIr semua ekosistem darat, habitat air tawar dan laut. Terdapat sekitar 30.000 spesies basidiomycota yang telah diketahui dan 37% diantaranya termasuk golongan jamur atau Fungi. Jamur dari Divisi Basidiomycota memiliki 25.000 spesies. Nama dari Divisi ini diambil dari bentuk diploid yang terjadi pada siklus hidupnya, yaitu basidium. Basidiomycota hidup sebagai dekomposer pada kayu atau bagian lain pada tumbuhan.
Kelompok fungi basidiomycota ini sering disebut jamur oleh orang awam karena banyak jenis – jenis yang tubuh buahnya besar dan dapat dilihat dengan kasat mata. Kelompok tersebut yang memiliki tubuh buah besar yang biasa disebut dengan istilah cendawan. Banyak di antara cendawan (mushrooms) sudah dimanfaatkan oleh manusia misalnya Agaricus bisporus, Pleurotus flabellatus dan Falmmulina velutipes, akan tetapi banyak juga yang beracun, bahkan dengan kadar racun yang dapat mematikan.
Basidiomycota terdiri dari anggota mikro maupun makro. Basidiomycota yang makro adalah Basidiomycota yang memiliki tubuh buah (basidiokarp) yang besar sehingga mudah untuk diamati. Bentuk jamur ini ada yang seperti payung, kuping, bola dan setengah lingkaran. Sementara Basidiomycota yang mikro merupakan basidiomycota yang basidiokarpnya kecil dan halus, yang umumnya adalah patogen pada tanaman.
Basidiomycota terdiri dari 4 (empat) Kelas yaitu Homobasidioycetes, Heterobasidiomycetes, Ustilaginomycetes, Hymenomycetes dan Urediniomycetes. Dalam Kelas Urediniomycetes terdiri atas sub-kelas Urediniomycetidae dengan ordo Uredinales dan Septobasidiales, sub-kelas Microbotryomycetidae dan Agaricostilbomycetidae. Kelompok cendawan Basidioycota memiliki peranan sebagai saprotrofik yang mengurai bahan organik, berasosiasi dengan tanaman seperti mikoriza, bisa dikonsumsi oleh manusia dan ada yang beracun serta yang paling banyak mendapat perhatian adalah perannya sebagai patogen tanaman.

https://malekbio.blogspot.com/2016/11/jamur-basidiomycota-struktur-tubuh.html


Kata Basidiomycotaberasal dari (basidium = kubus dan mykes = jamur). Nama Basidiomycota berasal dari kata basidium, yaitu suatu tahapan diploid dalam daur hidup Basidiomycota yang berbentuk seperti gada. Aktivitasnya adalah menguraikan polimer lignin pada kayu dan berbagai bagian tumbuhan yang lain. Merupakan kelas jamur yang hifa miselium bersekat, dan bila telah kawin (hifa berinti gandanya) menghasilkan suatu tubuh buah tipe basidiokarp dengan badan penghasil spora generatifnya. Spora yang dihasilkan oleh basidium disebut basidiospora. Contohnya : Jamur Merang (Volvariella volvacea), Jamur Kuping (Auricularia auricular), Jamur Linggi (Ganoderma sp) dan lainnya.




     A.  Karakteristik dari Basidiomycota
Karakteristik dari Basidiomycota adalah:
1. Umumnya tubuhnya bersifat makroskopis. Hanya beberapa jenis yang tubuhnya bersifat mikroskopis. 
2. Sel-selnya tidak berklorofil.
3. Dinding sel tersusun dari khitin, belum ada diferensiasi jaringan.
4. Hifanya bersekat, Sel-selnya memiliki sebuah atau dua buah inti. Hifa yang mempunyai sebuah inti disebut hifa primer, sedangkan yang mempunyai dua buah inti disebut hifa sekunder.
5. Hidupnya ada yang saprofit, parasit pada tumbuhan, dan ada pula yang hidup bersimbiosis membentuk mikorhiza pada akar tumbuhan.
6. Memiliki basidium berbentuk gada yang mengandung 4 basidiospora di ujungnya.
7. Habitatnya di air dan tanah.

     B.   Habitat
Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. Habitat mereka ada di terrestrial dan akuatik dan bisa dikarakteristikan dengan melihat basidia.
  
     C.   Struktur tubuh
Basidiomycotina adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa vegetative Basidiomycotina terdapat dalam substratnya (tempat hidupnya), misal pada kulit kayu, tanah, dan serasah daun. Jalinan hifa generative jamur ini ada yang membentuk tubuh buah dan ada yang tidak membentuk tubuh buah. Tubuh buah pada Basidiomycotina disebut basidiokarp. Basidiokarp berukuran makroskopik sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk basidiokarp bermacam-macam, misalnya seperti payung, kuping, atau setengah lingkaran. Basidiokarp ada yang memiliki batang dan ada yang tidak. Pada bagian bawah tudung basidiokarp terdapat lembaran-lembaran (bilah). Pada lembaran ini terbentuk banyak basidium yang akan menghasilkan spora basidium (basidiospora). Basidiospora merupakan spora generative. Spora (basidiospora) yang jumlahnya empat berada di luar basidium. Spora dapat disebarkan oleh angin dan jika jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi hifa baru. Contohnya yaitu jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur merang (Volvariella volvaceae).
Jamur basidiomycota terdiri dari kumpulan benang miselium yang berkelompok membentuk tubuh jamur. Tubuh jamur berupa tubuh buah, sebagai hasil perkembangan dari zigot. Zigot dihasilkan oleh perkawinan antara hifa positif dan hifa negatif. Tubuh buah menghasilkan spora yang terdapat pada basidium.

Miselium pada basidiomycetes ada tiga jenis, yaitu:
1.     Miselium primer: miselium berinti satu yang haploid dari basidospora
2.     Miselium sekunder : mselium berinti dua dan merupakan konjugasi dua miselium primer atau persatuan antara dua basidiospora.
3.     Miselium tersier : miselium yang terdiri atas miselium sekunder yang telah terhimpun dan merupakan jaringan yang telah teratur pada permukaan basidiokarp dan yang menghasilkan basidiospora.





Gambar Stuktur Tubuh Buah 
http://fungibasidiomycota.blogspot.com/2011/06/ciri-ciri-basidiomycota.html


Penjelasan Bagian Struktur Tubuh Jamur :
v  Tudung (pileus), merupakan bagian yang ditopang oleh stipe dan di bagian bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda, pileus dibungkus oleh selaput (vileum universal) dan menjelang dewasa pembungkus tersebut akan pecah
v  Bilah (lamella/gills), merupakan bagian di bawah tudung berbentuk helaian berbilah-bilah
v  Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan massa miselium yang sangat kompak dan tumbuh tegak
v  Cincin / Annulus, merupakan bagian yang melingkari tangkai yang berbentuk seperti cincin
v  Volva, merupakan bagian sisa pembungkus yang terdapat pada dasar tangkai.


     D.   Reproduksi
Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia. Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenis menghasilkan spora seksulal (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora).



 https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5312418471351723144#editor/target=post;postID=4003835166659236479;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=linkhttps://rebanas.com/gambar/images/line-biologi-klasifikasi-jamur-contoh-volvariella-volvaceae-merang-auricularia-polytricha



Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycota adalah sebagai berikut :
Penjelasan :
Ø Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid (n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling bersinggungan.
Ø Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa (-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk hifa dengan dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).
Ø Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi miselium haploid dikariotik.
Ø Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk badan buah yang disebut basidiokarp.
Ø Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid (2n).
Ø Inti diploid dalam basidium akan membelah secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
Ø Basidium membentuk empat tonjolan yang disebut sterigma pada ujungnya.
Ø Satu inti haploid pada basidium kemudian masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi basidiospora.
Ø Jika basidiospora terlepas dari basidium dan jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa yang haploid.

     E.   Klasifikasi
Divisi Basidiomycotina adalah takson dengan Kingdom Fungi yang termasuk spesies yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium.Basis = dasar, idion, mykes = jamur, berkembangbiak seksual dengan basidiospora melalui basidium, hifa bersekat, kebanyakan berukuran makroskopis, spora terdapat dalam basidiospora, pada permukaan bawah tudung, disela-sela gill. Tubuh buah (basidiocarp) mudah dilihat mata, dengan bentuk piala (Cyatus), kuping (Auricula), payung dan memiliki pembungkus (Volvariella), kulit mengkilat (Ganoderma), dll.
  


     F.   PerananJamur Basidiomycota
1. Peranan Positif (menguntungkan)
a.   Jamur tiram atau hiratake (Pleurotus sp.), sebagai bahan dasar masakan dan makanan ringan. Sumber protein nabati yang tidak mengandung kolesterol dan mencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan jantung, mengurangi berat badan dan diabetes. Kandungan asam folatnya (vit. B-komplek) tinggi dan dapat menyembuhkan anemia dan obat anti tumor, mencegah dan menanggulangi kekurangan gizi dan pengobatan kekurangan zat besi.
b.  Jamur kancing atau champignon (Agaricus bisporus). Jamur kancing segar bebas lemak, bebas sodium, serta kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori, 5 buah jamur ukuran sedang sama dengan 20 kalori. Selain sebagai sumber protein nabati, juga dapat mengurangi resiko penyumbatan pembuluh darah koroner pada penderita penyakit hipertensi dan jantung akibat kolesterol.
c.   Jamur Merang (Volvariella volvaceae) Sebagai bahan dasar masakan dan makanan ringan. Kandungan antibiotiknya berguna untuk pencegahan penyakit anemia, menurunkan darah tinggi dan pencegahan penyakit kanker. Eritadenin dalam jamur merang dikenal sebagai penawar racun.
d.  Jamur kuping (Auricularia auricular)
Lendir yang terkandung di dalamnya berkhasiat untuk menetralkan senyawa berbahaya (beracun) yang terdapat di dalam bahan makanan, membuat sirkulasi darah lebih bebas bergerak dalam pembuluh jantung. Jamur kuping bisa mengurangi dahak, memperkuat energi bermanfaat bagi kecerdasan, menghilangkan kekeringan mengkuatkan tubuh, menyuburkan rambut, melancarkan darah, merawat lambung, dan yang lebih penting dapat menyapu bersih aneka macam sampah beracun di dalam tubuh.
e.   Jamur Ling zhi (Ganoderma lucidum).
Ling zhi memiliki sifat rasa pedas, pahit, dan hangat. Mengonsumsi ramuan dari ling zhi memiliki efek bersifat melindungi organ tubuh, membangun (constructive), mengobati, dan berdampak positif terhadap penyembuhan organ lain yang sakit. Beberapa manfaat dari jamur ling zhi, diantaranya :
·        Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit
·        Menjaga dan mempertahankan vitalitas tubuh sehingga tetap sehat dan bugar
·        Meningkatkan dan memelihara proses metabolism tubuh
·        Membersihkan senyawa-senyawa yang bersifat toksin dari dalam tubuh
·        Menurunkan kandungan gula dan kolesterol dalam darah
·        Memperkuat kerja jantung.
f.    Jamur shiitake (Lentinus edodes). Jamur ini biasa digunakan sebagai bahan makanan. Spora Shiitake dikenal dapat meredakan efek serangan influenza, menghambat pertumbuhan sel kanker, leukemia dan rheumatik. Enzim-enzim yang terkandung di dalam jamur dapat memproduksi asam amino tertentu yang mampu mengurangi kadarkolesterol dan menurunkan tekanan darah, dapat menghambat pertumbuhan sel virus, dan lain-lain.
g.   Jamur enokitake (Flammulina velutipes), dikenal juga sebagai jamur musim dingin (winter mushroom). Jamur maitake (Grifola frondosa), mengeluarkan aroma harum kalau dimasak, dikenal dalam bahasa Inggris sebagai hen of the woods.
h.  Jamur matsutake (Tricholoma matsutake), jamur langka yang belum berhasil dibudidayakan dan diburu di hutan pinus wilayah beriklim sejuk.

 Gambar Jamur Kancing


 Gambar Jamur Kuping



G. Peranan Negatif (merugikan)
Tidak semua basidiomycota menguntungkan, ada pula yang merugikan, antara lain : Puccina graminis atau jamur karat, Ustilago maydis atau penyakit gosong dan Amanita muscaria atau jamur beracun.
a.      Jamur karat  (Hemileia vastatrix)
 Jamur ini termasuk Ordo Uredinales (Rust Fungi). Jamur ini tidak mempunyai basidiokarp. Hidup parasit pada kopi, jagung, rumput, gandum, murbei dan lain-lain. Miselium jamur ini tidak menelusup jauh dari tempat infeksinya dan membentuk bercak seperti karat, sehingga disebut jamur karat.
b.     Jamur gosong (Ustilago maydis)
Jamur penyebab penyakit gosong bengkak pada jagung (corn smut). Cendawan ini merupakan dimorfik, artinya dalam siklus hidupnya dapat terjadi dua bentuk, yaitu membentuk sel khamir dan membentuk miselium. U. maydis umumnya menyerang tongkol jagung dengan masuk ke dalam biji dan menyebabkan pembengkakan serta terbentuknya kelenjar. Pembengkakan akan mengakibatkan kelobot rusak dan kelenjar pecah hingga spora U. maydis dapat menyebar.
c.      Jamur beracun (Amanita muscaria)
Jamur ini memiliki warna yang bervariasi, mulai dari merah terang, jingga, kuning, hingga putih. A. muscaria dapat ditemukan di berbagai daerah di seluruh dunia karena jamur ini mampu tumbuh di berbagai suhu, mulai dari suhu dingin seperti di kutub hingga daerah tropis sekalipun. Namun, ciri khas dari jamur ini adalah adanya bercak-bercak putih di bagian kepala. A. muscaria memang terkenal sangat beracun karena dalam 2-3 jam setelah menghirup jamur ini dapat terjadi diare, vertigo, koma, muntah, dan beberapa efek lainnya. Pada bagian tubuh buah dari jamur ini, terdapat senyawa asam ibotenat dan muscimol yang bersifat halusinogen dan psikoaktif. Senyawa tersebut dapat mempercepat mengganggu sistem saraf, denyut jantung, mulut kering dan halusinasi.



Gambar Jamur Karat Yang Menginfeksi Jamur


Gambar Jamur Amanita Muscaria



DAFTAR PUSTAKA

Makmur, Amal Hayat. 2014. Basidiomycota. https://www.academia.edu/11750347/Basidiomycota, diakses pada 3 Mei 2019

Rebanas. 2017. Siklus Hidup Basidiomycota. https://rebanas.com/gambar/images/line-biologi-klasifikasi-jamur-contoh-volvariella-volvaceae-merang-auricularia-polytricha, diakses pada 28 Juni 2019

Widayati, Tri Mei. 2011. Karakteristik Basidiomycota. http://fungibasidiomycota.blogspot.com/2011/06/ciri-ciri-basidiomycota.html, diakses pada 28 Juni 2019