Haloooo sahabat Biologi...
Ini adalah postingan pertama saya di dunia teknologi khususnya blog, dan sebelum saya membahas materi yang akan saya tulis di postingan kali ini saya akan memperkenalkan diri saya terlebih dahulu, nama saya Komariatul Ulfa asal dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Alasan saya membuat blog kali ini adalah karena tugas kuliah yang diberikan oleh Dosen saya Ibu Pramita Laksitarahmi, S.Si, M.Si. Beliau merupakan dosen mata kuliah Teknologi Pendidikan di kampus tercinta saya. Nah seperti yang kita tahu, di jaman milenial 4.0 ini sebagai seorang pelajar, kita dituntut untuk dapat mengaplikasikan teknologi di sekitar kita, baik itu sosial media atau media pembelajaran yang bersifat modern. Dengan ini, saya ingin membagikan sedikit ilmu yang saya dapat di kampus agar bisa di baca teman-teman semua. Dan saya berharap di tulisan saya ini bisa menambah sedikit wawasan kalian tentang Mikologi (Ilmu yang Mempelajari tentang Jamur).
Mikologi merupakan cabang ilmu pengetahuan
yang mempelajari tentang fungi (Jamur) atau sering disebut juga cendawan.
Kajian dalam mikologi antara lain dapat meliputi taksonomi jamur, fisiologi
jamur, bioteknologi jamur dan budidaya jamur. Nah jenis jamur yang akan saya
bahas kali ini adalah jamur kelas Basidiomycota. Basidiomycota adalah salah
satu kingdom fungi yang ciri utamanya menghasilkan spora berbentuk kotak.
Basidiomycota merupakan cendawan yang memiliki ciri khas yaitu cendawan
yang menghasilkan tubuh buah makroskopis yang merupakan struktur reproduksi
seksual yang juga dikenal oleh banyak orang sebagai jamur. Sebagian dari
Basidiomycota juga mencakup ragi atau bentuk yang bersel tunggal dan spesies
aseksual. Basidiomycota ditemukan di hampIr semua ekosistem darat, habitat air
tawar dan laut. Terdapat sekitar 30.000 spesies basidiomycota yang telah
diketahui dan 37% diantaranya termasuk golongan jamur atau Fungi. Jamur dari
Divisi Basidiomycota memiliki 25.000 spesies. Nama dari Divisi ini diambil dari
bentuk diploid yang terjadi pada siklus hidupnya, yaitu basidium. Basidiomycota
hidup sebagai dekomposer pada kayu atau bagian lain pada tumbuhan.
Kelompok fungi basidiomycota ini sering disebut jamur oleh orang awam
karena banyak jenis – jenis yang tubuh buahnya besar dan dapat dilihat dengan
kasat mata. Kelompok tersebut yang memiliki tubuh buah besar yang biasa disebut
dengan istilah cendawan. Banyak di antara cendawan (mushrooms) sudah
dimanfaatkan oleh manusia misalnya Agaricus
bisporus, Pleurotus flabellatus dan Falmmulina
velutipes, akan tetapi banyak juga yang beracun, bahkan dengan kadar racun
yang dapat mematikan.
Basidiomycota terdiri dari anggota mikro maupun makro. Basidiomycota
yang makro adalah Basidiomycota yang memiliki tubuh buah (basidiokarp) yang
besar sehingga mudah untuk diamati. Bentuk jamur ini ada yang seperti payung,
kuping, bola dan setengah lingkaran. Sementara Basidiomycota yang mikro
merupakan basidiomycota yang basidiokarpnya kecil dan halus, yang umumnya
adalah patogen pada tanaman.
Basidiomycota terdiri dari 4 (empat) Kelas yaitu Homobasidioycetes,
Heterobasidiomycetes, Ustilaginomycetes, Hymenomycetes dan Urediniomycetes.
Dalam Kelas Urediniomycetes terdiri atas sub-kelas Urediniomycetidae dengan
ordo Uredinales dan Septobasidiales, sub-kelas Microbotryomycetidae dan
Agaricostilbomycetidae. Kelompok cendawan Basidioycota memiliki peranan sebagai
saprotrofik yang mengurai bahan organik, berasosiasi dengan tanaman seperti
mikoriza, bisa dikonsumsi oleh manusia dan ada yang beracun serta yang paling
banyak mendapat perhatian adalah perannya sebagai patogen tanaman.
https://malekbio.blogspot.com/2016/11/jamur-basidiomycota-struktur-tubuh.html
Kata Basidiomycotaberasal dari (basidium = kubus dan mykes = jamur).
Nama Basidiomycota berasal dari kata basidium, yaitu suatu tahapan diploid
dalam daur hidup Basidiomycota yang berbentuk seperti gada. Aktivitasnya adalah
menguraikan polimer lignin pada kayu dan berbagai bagian
tumbuhan yang lain. Merupakan kelas jamur yang hifa miselium bersekat, dan bila
telah kawin (hifa berinti gandanya) menghasilkan suatu tubuh buah tipe
basidiokarp dengan badan penghasil spora generatifnya. Spora yang dihasilkan
oleh basidium disebut basidiospora. Contohnya : Jamur Merang (Volvariella volvacea), Jamur Kuping (Auricularia auricular), Jamur Linggi (Ganoderma sp) dan lainnya.
A.
Karakteristik dari Basidiomycota
Karakteristik dari
Basidiomycota adalah:
1. Umumnya tubuhnya bersifat makroskopis. Hanya
beberapa jenis yang tubuhnya bersifat mikroskopis.
2. Sel-selnya tidak berklorofil.
3. Dinding sel tersusun dari khitin, belum ada diferensiasi
jaringan.
4. Hifanya bersekat, Sel-selnya memiliki sebuah
atau dua buah inti. Hifa yang mempunyai sebuah inti disebut hifa primer,
sedangkan yang mempunyai dua buah inti disebut hifa sekunder.
5. Hidupnya ada yang saprofit, parasit pada
tumbuhan, dan ada pula yang hidup bersimbiosis membentuk mikorhiza pada akar
tumbuhan.
6. Memiliki basidium berbentuk gada yang
mengandung 4 basidiospora di ujungnya.
7. Habitatnya di air dan tanah.
B.
Habitat
Jamur
Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup,
misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang
parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis
lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. Habitat
mereka ada di terrestrial dan akuatik dan bisa dikarakteristikan dengan melihat
basidia.
C.
Struktur tubuh
Basidiomycotina
adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa vegetative
Basidiomycotina terdapat dalam substratnya (tempat hidupnya), misal pada kulit
kayu, tanah, dan serasah daun. Jalinan hifa generative jamur ini ada yang
membentuk tubuh buah dan ada yang tidak membentuk tubuh buah. Tubuh buah pada
Basidiomycotina disebut basidiokarp. Basidiokarp berukuran makroskopik sehingga
dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk basidiokarp bermacam-macam,
misalnya seperti payung, kuping, atau setengah lingkaran. Basidiokarp ada yang
memiliki batang dan ada yang tidak. Pada bagian bawah tudung basidiokarp
terdapat lembaran-lembaran (bilah). Pada lembaran ini terbentuk banyak basidium
yang akan menghasilkan spora basidium (basidiospora). Basidiospora merupakan
spora generative. Spora (basidiospora) yang jumlahnya empat berada di luar
basidium. Spora dapat disebarkan oleh angin dan jika jatuh di tempat yang
sesuai akan tumbuh menjadi hifa baru. Contohnya yaitu jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur merang (Volvariella volvaceae).
Jamur basidiomycota
terdiri dari kumpulan benang miselium yang berkelompok membentuk tubuh jamur.
Tubuh jamur berupa tubuh buah, sebagai hasil perkembangan dari zigot. Zigot
dihasilkan oleh perkawinan antara hifa positif dan hifa negatif. Tubuh buah
menghasilkan spora yang terdapat pada basidium.
Miselium pada basidiomycetes ada tiga jenis, yaitu:
1.
Miselium
primer: miselium berinti satu yang haploid dari basidospora
2.
Miselium
sekunder : mselium berinti dua dan merupakan konjugasi dua miselium primer atau
persatuan antara dua basidiospora.
3.
Miselium
tersier : miselium yang terdiri atas miselium sekunder yang telah terhimpun dan
merupakan jaringan yang telah teratur pada permukaan basidiokarp dan yang
menghasilkan basidiospora.
Gambar Stuktur Tubuh Buah
http://fungibasidiomycota.blogspot.com/2011/06/ciri-ciri-basidiomycota.html
Penjelasan Bagian Struktur Tubuh Jamur :
v Tudung (pileus), merupakan bagian yang ditopang oleh stipe dan di
bagian bawahnya mengandung bilah-bilah. Pada jamur muda, pileus dibungkus oleh
selaput (vileum universal) dan menjelang dewasa pembungkus tersebut akan
pecah
v Bilah (lamella/gills), merupakan bagian di bawah tudung berbentuk
helaian berbilah-bilah
v Tangkai tubuh buah (stipe) merupakan massa miselium yang
sangat kompak dan tumbuh tegak
v Cincin / Annulus, merupakan bagian yang melingkari tangkai yang
berbentuk seperti cincin
v Volva, merupakan bagian sisa pembungkus yang terdapat pada
dasar tangkai.
D.
Reproduksi
Reproduksi jamur
ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan
cara membentuk spora konidia. Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi
seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda
jenis menghasilkan spora seksulal (spora generative), yaitu spora basidium
(basidiospora).
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=5312418471351723144#editor/target=post;postID=4003835166659236479;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=linkhttps://rebanas.com/gambar/images/line-biologi-klasifikasi-jamur-contoh-volvariella-volvaceae-merang-auricularia-polytricha
Tahapan reproduksi seksual pada Basidiomycota adalah sebagai berikut :
Penjelasan
:
Ø Hifa (+) dan hifa (-) yang berinti haploid
(n) berkecambah dari basidiospora. Kedua hifa ini saling bersinggungan.
Ø Plasmogami terjadi antara hifa (+) dan hifa
(-) sehingga inti salah satu hifa pindah ke hifa lainnya membentuk hifa dengan
dua inti haploid (n) yang berpasangan (dikariotik).
Ø Hifa haploid dikariotik akan tumbuh menjadi
miselium haploid dikariotik.
Ø Miselium dikariotik tumbuh dan membentuk
badan buah yang disebut basidiokarp.
Ø Pada ujung-ujung hifa basidiokarp terjadi
kariogami sehingga membentuk basidium yang berinti diploid (2n).
Ø Inti diploid dalam basidium akan membelah
secara meioisis menjadi empat inti yang haploid (n).
Ø Basidium membentuk empat tonjolan yang
disebut sterigma pada ujungnya.
Ø Satu inti haploid pada basidium kemudian
masuk ke dalam salah satu sterigma dan berkembang menjadi basidiospora.
Ø Jika basidiospora terlepas dari basidium dan
jatuh pada tempat yang sesuai, akan tumbuh menjadi hifa yang haploid.
E.
Klasifikasi
Divisi
Basidiomycotina adalah takson dengan Kingdom Fungi yang termasuk spesies yang
memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium.Basis = dasar,
idion, mykes = jamur, berkembangbiak seksual dengan basidiospora melalui
basidium, hifa bersekat, kebanyakan berukuran makroskopis, spora terdapat dalam
basidiospora, pada permukaan bawah tudung, disela-sela gill. Tubuh buah (basidiocarp)
mudah dilihat mata, dengan bentuk piala (Cyatus), kuping (Auricula), payung dan
memiliki pembungkus (Volvariella), kulit mengkilat (Ganoderma), dll.
F.
PerananJamur
Basidiomycota
1. Peranan Positif (menguntungkan)
a.
Jamur
tiram atau hiratake (Pleurotus sp.),
sebagai bahan dasar masakan dan makanan ringan. Sumber protein nabati yang
tidak mengandung kolesterol dan mencegah timbulnya penyakit darah tinggi dan
jantung, mengurangi berat badan dan diabetes. Kandungan asam folatnya (vit.
B-komplek) tinggi dan dapat menyembuhkan anemia dan obat anti tumor, mencegah
dan menanggulangi kekurangan gizi dan pengobatan kekurangan zat besi.
b. Jamur kancing atau champignon (Agaricus bisporus). Jamur kancing segar
bebas lemak, bebas sodium, serta kaya vitamin dan mineral, seperti vitamin B
dan potasium. Jamur kancing juga rendah kalori, 5 buah jamur ukuran sedang sama
dengan 20 kalori. Selain sebagai sumber protein nabati, juga dapat mengurangi
resiko penyumbatan pembuluh darah koroner pada penderita penyakit hipertensi dan
jantung akibat kolesterol.
c.
Jamur
Merang (Volvariella volvaceae)
Sebagai bahan dasar masakan dan makanan ringan. Kandungan antibiotiknya berguna
untuk pencegahan penyakit anemia, menurunkan darah tinggi dan pencegahan
penyakit kanker. Eritadenin dalam jamur merang dikenal sebagai penawar racun.
d. Jamur kuping (Auricularia auricular)
Lendir yang terkandung di dalamnya berkhasiat
untuk menetralkan senyawa berbahaya (beracun) yang terdapat di dalam bahan
makanan, membuat sirkulasi darah lebih bebas bergerak dalam pembuluh jantung.
Jamur kuping bisa mengurangi dahak, memperkuat energi bermanfaat bagi
kecerdasan, menghilangkan kekeringan mengkuatkan tubuh, menyuburkan rambut,
melancarkan darah, merawat lambung, dan yang lebih penting dapat menyapu bersih
aneka macam sampah beracun di dalam tubuh.
e.
Jamur
Ling zhi (Ganoderma lucidum).
Ling
zhi memiliki sifat rasa pedas, pahit, dan hangat. Mengonsumsi ramuan dari ling
zhi memiliki efek bersifat melindungi organ tubuh, membangun (constructive),
mengobati, dan berdampak positif terhadap penyembuhan organ lain yang sakit. Beberapa
manfaat dari jamur ling zhi, diantaranya :
·
Meningkatkan
daya tahan tubuh terhadap penyakit
·
Menjaga
dan mempertahankan vitalitas tubuh sehingga tetap sehat dan bugar
·
Meningkatkan
dan memelihara proses metabolism tubuh
·
Membersihkan
senyawa-senyawa yang bersifat toksin dari dalam tubuh
·
Menurunkan
kandungan gula dan kolesterol dalam darah
·
Memperkuat
kerja jantung.
f.
Jamur
shiitake (Lentinus edodes). Jamur ini
biasa digunakan sebagai bahan makanan. Spora Shiitake dikenal dapat meredakan
efek serangan influenza, menghambat pertumbuhan sel kanker, leukemia dan
rheumatik. Enzim-enzim yang terkandung di dalam jamur dapat memproduksi asam
amino tertentu yang mampu mengurangi kadarkolesterol dan menurunkan tekanan
darah, dapat menghambat pertumbuhan sel virus, dan lain-lain.
g.
Jamur
enokitake (Flammulina velutipes),
dikenal juga sebagai jamur musim dingin (winter mushroom). Jamur maitake
(Grifola frondosa), mengeluarkan aroma harum kalau dimasak, dikenal dalam
bahasa Inggris sebagai hen of the woods.
h. Jamur matsutake (Tricholoma matsutake), jamur langka yang belum berhasil
dibudidayakan dan diburu di hutan pinus wilayah beriklim sejuk.
Gambar Jamur Kancing
Gambar Jamur Kuping
G. Peranan Negatif (merugikan)
Tidak semua basidiomycota menguntungkan, ada pula
yang merugikan, antara lain : Puccina
graminis atau jamur karat, Ustilago
maydis atau penyakit gosong dan Amanita
muscaria atau jamur beracun.
a.
Jamur
karat
(Hemileia vastatrix)
Jamur ini termasuk Ordo Uredinales (Rust
Fungi). Jamur ini tidak mempunyai basidiokarp. Hidup parasit pada kopi, jagung,
rumput, gandum, murbei dan lain-lain. Miselium jamur ini tidak menelusup jauh
dari tempat infeksinya dan membentuk bercak seperti karat, sehingga disebut
jamur karat.
b.
Jamur
gosong (Ustilago maydis)
Jamur penyebab penyakit gosong bengkak pada
jagung (corn smut). Cendawan ini merupakan dimorfik, artinya dalam siklus
hidupnya dapat terjadi dua bentuk, yaitu membentuk sel khamir dan membentuk
miselium. U. maydis umumnya menyerang
tongkol jagung dengan masuk ke dalam biji dan menyebabkan pembengkakan serta
terbentuknya kelenjar. Pembengkakan akan mengakibatkan kelobot rusak dan
kelenjar pecah hingga spora U. maydis
dapat menyebar.
c.
Jamur
beracun (Amanita muscaria)
Jamur ini memiliki warna yang bervariasi, mulai
dari merah terang, jingga, kuning, hingga putih. A. muscaria dapat ditemukan di berbagai daerah di seluruh dunia
karena jamur ini mampu tumbuh di berbagai suhu, mulai dari suhu dingin seperti
di kutub hingga daerah tropis sekalipun. Namun, ciri khas dari jamur ini adalah
adanya bercak-bercak putih di bagian kepala. A. muscaria memang terkenal sangat beracun karena dalam 2-3 jam
setelah menghirup jamur ini dapat terjadi diare, vertigo, koma, muntah, dan
beberapa efek lainnya. Pada bagian tubuh buah dari jamur ini, terdapat senyawa
asam ibotenat dan muscimol yang bersifat halusinogen dan psikoaktif. Senyawa
tersebut dapat mempercepat mengganggu sistem saraf, denyut jantung, mulut
kering dan halusinasi.
Gambar Jamur Karat Yang Menginfeksi Jamur
Gambar Jamur Amanita Muscaria
DAFTAR PUSTAKA
Makmur, Amal Hayat. 2014. Basidiomycota. https://www.academia.edu/11750347/Basidiomycota, diakses pada 3 Mei 2019
Rebanas. 2017. Siklus Hidup Basidiomycota.
https://rebanas.com/gambar/images/line-biologi-klasifikasi-jamur-contoh-volvariella-volvaceae-merang-auricularia-polytricha,
diakses pada 28 Juni 2019
Widayati, Tri Mei. 2011. Karakteristik Basidiomycota. http://fungibasidiomycota.blogspot.com/2011/06/ciri-ciri-basidiomycota.html, diakses pada 28 Juni 2019



Tidak ada komentar:
Posting Komentar